Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Wednesday, March 9, 2016

Label Jabatan

perangkat hati ini kian lama kian karatan
label merk 'nurani' berkualitas unggulan
pun tak kuat menyanggah korosi musiman
: pemilu pilkada serta jawatannya

ki sentanu

entah itu label suci tingkat tinggi
semacam ulama dan pendeta,
atau yang label menengah
semisal imam dan biarawan

para politisi berebut tuah
dari sang empunya kharisma wah
mohon 'di-rakyatijelata-i'
biar saat maju terpilih kembali
 
...
gombong 2014

Engkaukah

Engkau tetap pujaanku
Kau adalah pujaanku
Bahkan lebih
Kau adalah yang tertanam
Dalam benih
Sayangku sayang kecil
Sekelas sandal jepit
Yang kini masih saja kukempit
Kau adalah yang diburu
Pemburu hati
Yang terus berlari
Aku yang terbuang
Setelah harapannya terbuang
Mencoba peruntungan
Mengagumimu wahai pujaan
.... 
tiha

Tuesday, September 8, 2015

EMBUN SEPTEMBER



Setiap pagi aku bersorak gembira menyambut embun bersahaja
Kenapa musti embun?
Apa istimewanya kawan?
Embun adalah mahkota penghidupan yang terlupa
Bukankah setiap dedaunan menjadi saksi pasti kulminasi embun pagi
Terlebih rerumputan liar yang seenaknya menjalar
Mereka disusui embun pagi hingga dewasa nanti
Aku menatap gembalaku diatas pemadani tanpa batas
Menunduk takzim dan mengunyah tanpa lupa bismillah
Seperti kata-Nya; semua makhlukKu memujiKu
Kecuali manusia yang kebanyakan terlena
September kali ini benar-benar kutadabburi
Dengan wewangian hujan semalam dan nikmat yang beragam
Aku coba telusuri; nikmat Tuhan mana lagi yang belum IA beri?
Kita tetap terperangkap permintaan yang tak pernah hinggap
Hingga uap embun kembali mengembun
Jejak September kembali menerjak

Bumiayu, 27 Rajab 1432 H













bagian dari antologi puisi 2012,
"Bingkai Kata Sajak September"

Disfungsi Pikiran

ki sentanu

jemari tangan meraba-raba
lembutnya puting dunia
jemari kaki menginjak sekarat
kerikil panas akherat
puting dan kerikil sama kecil
tapi efek kejutnya bikin mata mecicil
kita lebih memilih enaknya meraba puting ganas
dibanding bersabar menginjak kerikil panas
sebab setelah meraba-raba
ada bonus menghisapnya juga
sedang menginjak kerikil
bonusnya ada tapi nanti di surga
ah, lama
__

Saturday, January 25, 2014

Kain Berdaging

rossi elbana
KAIN BERDAGING

dalam balutan kain tipis
daging-daging menari atletis
sungguh beruntung
nasib angin beliung
tangannya dapat mandat
meraba-raba daging berurat
ohoi, nikmat!

kain-kain berdaging
daging-daging berkain
dagang kain
dagang daging
ohoi, sikat miring!

boleh dilihat sesuka
tapi ingat, hanya angin yang dapat meraba
kalau kau ingin mencoba
cuci tangan dulu lalu bayar sewa

harga kain boleh turun merangkak
harga daging tetap melonjak
ohoi, dongkrak!

daging berlapis kain
lebih murah dibanding
daging tak berkain
kain tak berdaging
lebih baik dibanding
tak berdaging tak berkain

kain-kain berdendang
daging-daging bergoyang
angin-angin menggelinjang
ohoi, tanganmu meradang!
__


January 21, 2014 at 8:50pm

Monday, September 30, 2013

Teller Cantik Sekali

slip penyetoran kali ini
rossi elbana
jelita




terlihat agak istimewa
padahal saban hari
juga biasa-biasa saja
namun kali ini di-validasi
teller cantik sekali

masya alLah
tabarakalLah
cantik sekali...
alisnya, matanya, hidungnya
bibirnya, kerudungnya
alLah...
indah sekali ciptaanMu

bukan hanya slip penyetoran
yang tertapak validasinya
hatiku pun sama
bahkan masuk ke pedalaman

alLah...
apa dosaku jika kurebut hatinya
apa salahku jika ku memilikinya

alLah...
kunikmati keindahan
dalam keindahan
buka mataku
dalam melihat indahMu

__
Karanganyar, 26.09.2013

Monday, August 19, 2013

Jelaga Langit


hujan menari salsa di atas kepala
sedang petir bergoyang itik di langit
angin menggergaji pepohonan
air mengebor jejalanan
sedang debu poco-poco berterbangan
 

kasih, membayangimu sesaat
seperti makan roti berselai cokelat
mengenyangkan perut yang sekarat 

kasih, rasaku padamu
lebih kental
dibanding susu murni khas terminal
lebih manis
dibanding polwan lalu lintas yang berbaris
lebih lembut
dibanding bahan pembuat pembalut

tiha
kasih, jeda hampa di antara kita
sepertinya lebih panjang dibanding rel kereta

sehabis hujan reda kali ini
aku ingin melukis langit jelaga unek-unekku yang kelam menjadi pualam
: pada saat aku merasa cemburu
aku memerlukan kesadaran diri untuk memberikan bimbingan
__